Special,… Pakai telor?….he..he .. nggak lah..!
Beton spesial yang dimaksud adalah jenis beton selain beton normal seperti yang umum dijumpai sehari-hari yang biasanya terbuat dari campuran semen Portland dan agregat alami dan dibuat secara konvensional
Beton spesial mempresentasikan kemajuan teknologi beton yang dikembangkan untuk menanggulangi kekurangan yang dimiliki beton normal.
Beberapa jenis beton yang bisa dikategorikan sebagai beton spesial diantaranya adalah :
1. Beton Ringan (Lightweight Concrete)
Dibuat dengan menggunakan agregat ringan atau dikombinasikan dengan agregat normal sedemikian rupa sehingga dihasilkan beton dengan berat isi yang lebih kecil (lebih ringan) daripada beton normal. Berat isi beton ringan mencapai 2/3 dari beton normal. Tujuan penggunaan beton ringan adalah untuk mengurangi berat sendiri dari struktur sehingga komponen struktur pendukungnya seperti pondasinya akan menjadi lebih hemat.
2. Beton mutu tinggi (High Strength Concrete)
Beton dengan kuat tekan yang lebih besar dari 40 MPa sudah bias dikategorikan sebagai beton mutu tinggi.
Beton ini dikembangkan untuk membuat struktur yang menuntut tingkat kepentingan yang tinggi misalnya bangunan2 dengan tingkat keamanan tinggi seperti jembatan, gedung tinggi, reaktor nuklir dan lain-lain.
3. Beton dengan workabilitas tinggi (High Workability Concrete)
Umumnya tingkat kesulitan dalam pengerjaan beton dikaitkan dengan tingkat keenceran campurannya atau kemampuannya mengalir (flowing consistency), semakin encer beton akan semakin mudah dikerjakan.
Tetapi jangan salah, encer yang dimaksud bukan semata encer karena diberi banyak air, justru dengan kebanyakan air mutu beton akan semakin rendah karena material penyusunya bisa terpisah-pisah (segregated).
Yang dimaksud disini adalah beton yang mudah mengalir tetapi tetap memiliki mutu yang baik seperti beton normal atau mutu tinggi.
4. Beton Serat (Fiber Reinforced Concrete)
Adalah beton yang materialnya ditambah dengan komponen serat yang bisa berupa serat baja, plastik, glass ataupun serabut dari bahan alami.
Walaupun serat dalam campuran tidak terlalu banyak meningkatkan kekuatan beton terhadap gaya tarik, perilaku struktur beton tetap semakin baik misalnya meningkatkan regangan yang dicapai sebelum runtuh, meningkatkan ketahanan beton terhadap benturan dan menambah kerasnya beton.
5. Beton dengan Polimer (Polymers Concrete)
Dengan pemberian polimer sebagai bahan perekat tambahan pada campuran beton, akan dihasilkan beton dengan kuat tekan yang lebih tinggi dan dalam waktu yang lebih singkat. Bahan yang ditambahkan bisa berupa latex maupun emulsi dari bahan lain.
Jenis ini cocok digunakan pada pekerjaan-pekerjaan pembetonan dalam keadaan darurat seperti terowongan, tambang dan pekerjaan lain yang membutuhkan kekuatan beton dalam waktu singkat bahkan dalam hitungan jam.
Disamping itu, jenis beton polimer bisa dibuat dengan tujuan untuk meningkatkan ketahanan terhadap bahan kimia tertentu.
Metode panambahan polimer selain pada campuran beton, bisa juga dilakukan pada saat beton sudah kering dengan tujuan untuk menutup pori-pori beton dan retak kecil (microcrac) karena pengeringan sehingga didapatkan beton yang kedap air (inpermiable) sehingga keawetan beton bisa meningkat.
6. Beton Berat (Heavyweight Concrete)
Kebalikan dari beton ringan adalah beton berat, dimana beton jenis ini memiliki berat isi yang lebih tinggi dari beton normal (2400 kg/m3) yaitu sekitar 3300 kg/m3 sampai 3800 kg/m3 . Beton berat biasanya digunakan pada bangunan-bangunan seperti untuk perlindungan biologi, instalasi nuklir, unit kesehatan dan bagunan fasilitas pengujian dan penelitian atom.
Beton berat dibuat dengan menggunakan agregat berat seperti bijih besi maupun bahan alami yang berat.
7. Beton Besar (Mass Concrete)
Merupakan beton pada struktur masif dengan dengan volume yang sangat besar seperti pada bendungan, pintu air maupun balok dan pilar besar dan masif.
Beton berat dibuat dengan perlakuan yang berbeda dengan beton normal mengingat timbulnya panas yang berlebihan pada campuran beton dan terjadinya perubahan volume yang juga menjadi sangat besar.
Perlakuan untuk penanganan beton berat bisa dilakukan dengan mengubah komposisi campuran seperti pengurangan semen, penambahan bahan aditif pembentuk gelembung udara dan penggunaan agregat yang memiliki kepadatan tinggi.
8. Beton Dengan Pemadatan Roller (Roller Compacted Concrete)
Pada pekerjaan-pekerjaan besar dan khusus seperti jalan berbahan beton dan bendungan, pemadatan beton harus dilakukan dengan menggunakan roller vibrator .
Untuk pemadatan dengan roller, campuran beton harus cukup kering agar roller tidak teggelam tatapi tetap harus memiliki sifat basah agar distribusi bahan perekat (semen) ke seluruh permukaan agregat menjadi merata.
Pada akhirnya penggunaan dan pemilihan jenis beton harus disesuaikan dengan tujuan dan fungsi struktur bangunan yang ingin dibuat dan tentu saja dengan pertimbangan biaya. Nggak perlu menggunakan beton mutu tinggi untuk membuat rumah sederhana khan….?
Popularity: 24% [?]







25 Comments Received
September 14th, 2008 @6:30 pm
selain sesuaikan dg tujuan dan fungsi, sesuaikan jg dg gengsi. kalo gengsi tinggi, meski rumah jelek tentu tetep harus beli beton mahal.
September 15th, 2008 @8:56 pm
wah, bagus juga….
yang penting kokoh……..
walaupun atap sumi dan dinding bedeg.
September 16th, 2008 @8:56 pm
Wah lengkap nich referensinya, tapi beton bertulang, beton pratekan dan beton precast ndak termasuk beton spesial, ya……………… ?
September 18th, 2008 @2:28 am
pracetak, bertulang, pratekan, pracast itu apa ya?
he he he he maklum gaptek ilmu persipilan
September 19th, 2008 @9:24 am
wah ada gak beton yang kuat dan tahan lama tapi harganya murah? mo buat rumah soalnya pak tapi biayanya mahal2
September 20th, 2008 @1:00 am
@atas
“Beton” saya kuat bos. kalo mau nyoba
keras dan tahan lama
September 21st, 2008 @10:13 am
sorot mata tajam itu akhirnya melirik ke http://tekniksipil.wordpress.com
September 24th, 2008 @2:30 am
Duh, ora mudeng aku bli …
October 7th, 2008 @8:44 am
bias, semen, misi yeh, aduk2… dadi be luluh! Men suba tuh, ane to kan madan beton bli?
October 13th, 2008 @4:22 pm
thanks ya…
atas infonya
October 15th, 2008 @1:54 pm
Beton prasejarah yg masuk beton spesial…..wakakkakaka
October 20th, 2008 @2:40 pm
mantaps sekali blognya..salam kenal bloger baru http://www.rumahjual.com
October 27th, 2008 @10:44 am
Salam kenal ya, saya newbie nee
Terima kasih
dari gunk lanank
November 3rd, 2008 @11:12 am
wah ada refrensi Beton disini, bookmark beton
November 9th, 2008 @11:08 pm
lengkap infonya. eh, ada yang kurang, kalau “leher beton” gimana? kan itu mike tyson..
November 10th, 2008 @2:31 pm
Makasih ya uda kunjungan…
tamatan teknik sipil unud ya?
saya anak mipa/fisika masih skripsi….
Salam kenal
November 15th, 2008 @8:37 pm
Wah senangnya bisa kenal dengan anak sipil. Bapak angkatan berapa ya? Ik angkatan 2002, salam kenal.
Namanya ja anak sipil tapi sekarang malah jualan souvenir,hehehe.., mampir ya ke blogku.
November 22nd, 2008 @1:27 am
Hihiihihi..
Majikan saya lagi nyari beton dan besi..
November 27th, 2008 @7:36 pm
kok ga ada yang baru om? sibuk ye?
December 15th, 2008 @9:02 am
Saloom, wah bagus infonya. Nambah wawasan banget.
February 20th, 2009 @10:46 pm
Brur, mengenai beton ringan dan beton berserat, dibutuhkan peralatan steam curing, biar cepat dikirim sehabis dicetak, sayangnya peralatan tersebut belum kami dapatkan khususnya dalam kapasitas sedang / kecil, bisa tolong di infokan data lengkap, dimana peralatan tersebut dapat diperoleh / dibuat . thanks.
April 1st, 2009 @3:32 pm
Tahun 1995 saya pernah buat beton spesial, air untuk mencampur beton saya pake air es. sebelum ngecor saya datangkan satu kontainer es balok dari kota ujung pandang. ngecornya juga tidak boleh berhenti selama seminggu siang malam. termasuk beton spesial juga kan? tahu nggak kenapa harus pake es? karena pihak semen tonasa tidak bisa menyuplai semen zak-zakan yang sudah ngendon di gudang minimal 1 bulan…….
September 29th, 2009 @9:58 pm
saya pernah mencoba buat beton serat plastik. karena kebanayakan serat jadi kuat tekannya kecil. tapikan bisa diaplikasikan untuk struktur yang gak butuh kuat tekan tinggi kayak pagar. yang jelas usaha pengurangan sapah plastik bisa
dilakukan.
October 30th, 2009 @2:13 pm
Salut dengan Pak Artana atas pengetahuannya yang luas di dunia per-betonan. Untuk Thschandra, ada teknologi beton ringan yang tidak memerlukan steam curing dan sangat cocok digunakan dalam kapasitas kecil dan sedang dengan mutu yang tinggi dan harga yang relative murah. Kami sudah mengembangkan lebih dari 4 pabrik sejenis di Papua. Salam
May 10th, 2010 @3:14 am
bikin beton ringan sing gampang yak apa?????
Leave A Reply