<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Me And Mine</title>
	<atom:link href="http://yanartana.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yanartana.com</link>
	<description>Notes Of My Ordinary Live And Mine.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Aug 2010 07:53:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Aplikasi iPhone untuk Teknik Sipil #1</title>
		<link>http://yanartana.com/2010/07/aplikasi-iphone-untuk-teknik-sipil1/</link>
		<comments>http://yanartana.com/2010/07/aplikasi-iphone-untuk-teknik-sipil1/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jul 2010 12:38:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Artana</dc:creator>
				<category><![CDATA[CIVIL ENGINEERING]]></category>
		<category><![CDATA[Gadget]]></category>
		<category><![CDATA[iPhone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yanartana.com/?p=302</guid>
		<description><![CDATA[Kemajuan teknologi saat ini telah menawarkan kemudahan bagi kita dalam mencari dan mendapatkan solusi cepat untuk masalah keseharian kita   walaupun kita tetap harus sadar untuk selalu mengambil sisi positif dari kemajuan teknologi tersebut. Penggunaan gadget-gadget canggih selayaknya dioptimalkan dan diambil manfaatnya semaksimal mungkin sehingga sarana tersebut bisa memberikan nilai manfaat bukan hanya sekedar pemanis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://yanartana.com/wp-content/uploads/2010/07/IMG_0370.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-304" style="margin: 10px;" title="IMG_0370" src="http://yanartana.com/wp-content/uploads/2010/07/IMG_0370-200x300.png" alt="" width="146" height="207" /></a>Kemajuan teknologi saat ini telah menawarkan kemudahan bagi kita dalam mencari dan mendapatkan solusi cepat untuk masalah keseharian kita   walaupun kita tetap harus sadar untuk selalu mengambil sisi positif dari kemajuan teknologi tersebut. Penggunaan gadget-gadget canggih selayaknya dioptimalkan dan diambil manfaatnya semaksimal mungkin sehingga sarana tersebut bisa memberikan nilai manfaat bukan hanya sekedar pemanis gaya hidup, gengsi atau prestise.</p>
<p>Salah satu jenis gadget yang semakin memasyarakat dewasa ini adalah ponsel pintar (<em>smartphone</em>).  Semua produsen alat komunikasi kini sudah mengeluarkan produk <em>smartphone</em>-nya, contohnya RIM sebagai produsen <em>Blackberry</em> yang begitu menghebohkan, Nokia dengan seri-seri mutakhirnya, Apple dengan <em>Iphonenya</em>, demikian juga dengan Samsung, LG, Sony Ericcson, HTC,Nexian dan lain-lain dengan jajaran ponsel-ponsel pintar beserta kecanggihan produknya. Semua produk tersebut ditunjang juga dengan sistem operasi yang semakin canggih, beragam dan masing masing mengklaim diri sebagai yang terbaik. Biarlah mereka berlomba-lomba, yang penting kita sebagai pengguna bisa memilah dan memilih dengan bijaksana sesuai batasan kemampuan dan keperluannya dan yang terpenting adalah pemanfaatannya semaksimal mungkin.</p>
<p>Seiring dengan kemajuan tersebut, para pengembang aplikasi juga semakin bergairah untuk mengambil keuntungan dengan menciptakan bermacam-macam aplikasi untuk jenis ponsel pintar. Ribuan aplikasi kini bertebaran didunia maya dan semua itu diciptakan berhubungan dengan berbagai kebutuhan dan aspek kehidupan kita seperti kebutuhan akan berita-berita aktual (<em>news</em>), <em>Sport, game,business, health, music , education</em>,sampai <em>social networking</em> yang begitu populer seperti <em><a href="http://facebook.com">Facebook</a> </em>dan <a href="http://twitter.com"><em>Twitter</em></a>.</p>
<p><span id="more-302"></span></p>
<p>Sebagai orang yang dalam keseharian berhubungan dengan dunia praktis Teknik Sipil, saya juga berkeinginan mengambil sisi kemudahan kemajuan Teknologi dan aplikasi Smartphone sehingga dalam blog ini saya mencoba menulis beberapa aplikasi yang berhubungan dengan dunia Teknik Sipil khususnya pada Iphone, sebuah <em>smartphone</em> produk dari Apple inc.</p>
<p>Tulisan ini tentu saja belum memberikan gambaran lengkap dari semua aplikasi tersebut, melainkan hanya review singkat sebatas pengetahuan saya karena penggunaannya juga masih sangat terbatas sebagai pemula yang baru kenal gadget tersebut.  Yah, itung-itung sebagai bahan pengisi blog ini saja biar tidak ngganggur bertahun-tahun…he..he.. Penting..! : Penulis hanya memperkenalkan dan tidak bertanggungjawab pada akibat yang ditimbulkan oleh penggunaan aplikasi tersebut, penulis belum memverifikasi hasilnya, silahkan tes sendiri-sendiri…..he..he.. ..</p>
<p>Inilah beberapa Aplikasi tersebut :<em><strong> </strong></em></p>
<h2><em><strong>1.	<a href="http://maruweb.sunnyday.jp/app_002.shtml">Simple Beam</a></strong></em></h2>
<p><a href="http://yanartana.com/wp-content/uploads/2010/07/IMG_03611.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-306" style="margin: 5px;" title="IMG_0361" src="http://yanartana.com/wp-content/uploads/2010/07/IMG_03611-200x300.png" alt="" width="220" height="329" /></a><a href="http://yanartana.com/wp-content/uploads/2010/07/IMG_0359.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-307" style="margin: 5px;" title="IMG_0359" src="http://yanartana.com/wp-content/uploads/2010/07/IMG_0359-200x300.png" alt="" width="222" height="332" /></a></p>
<p>Aplikasi ini merupakan aplikasi dasar pada ilmu analisa struktur yang berguna untuk menghitung reaksi-reaksi perletakan atau tumpuan, momen maksimum dan lendutan balok diatas dua tumpuan sederhana (sendi-rol) dengan berbagai bentuk dan posisi beban yang bekerja baik beban terpusat maupun beban merata (untuk saat ini tersedia 11 type bentuk dan posisi beban). Pengguna diminta untuk memasukkan data-data yang berupa panjang bentang (L), nilai dan posisi beban yang bekerja (terpusat atau merata), Modulus elastisitas (E) dan Inersia dari balok (I). Tinggal di-<em>Exe</em> saja maka didapatlah nilai Reaksi perletakan, momen maksimum dan lendutan maksimumnya. Aplikasi dari <em>Marui Civil Design &amp; Engineering inc</em>. ini layak digunakan untuk mendapat solusi cepat dari dalam gengaman.</p>
<h2><a href="http://www.appstorehq.com/statics-civilengineering--iphone-85262/app"><em><strong>2.	Statics </strong></em></a></h2>
<p>Aplikasi keluaran <em>matsoftware.it</em> ini juga merupakan aplikasi analisa struktur tetapi lebih lengkap dibandingkan <em>Simple Beam</em> karena disediakan juga  berbagai variasi tumpuan yang berbeda-beda yang merupakan kombinasi dari tumpuan jepit, bebas, disamping sendi dan rol. Tersedia juga konstruksi balok dengan tumpuan yang tidak mendatar (<em>inclined beam</em>).<a href="http://yanartana.com/wp-content/uploads/2010/07/IMG_0362.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-308" style="border: 2px solid black; margin: 10px;" title="IMG_0362" src="http://yanartana.com/wp-content/uploads/2010/07/IMG_0362-200x300.png" alt="" width="209" height="305" /></a><a href="http://yanartana.com/wp-content/uploads/2010/07/IMG_0363.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-309" style="border: 2px solid black; margin: 10px;" title="IMG_0363" src="http://yanartana.com/wp-content/uploads/2010/07/IMG_0363-200x300.png" alt="" width="205" height="302" /></a></p>
<p>Yang menarik, aplikasi juga disertai dengan rumus-rumus dasar yang digunakan dan nilai <em>suggestions</em> dari beberapa jenis material seperti ,baja, beton dan kayu beserta konversi untuk beberapa satuan yang umum sehingga bisa digunakan juga untuk belajar bagi mahasiswa atau sekedar pengingat bagi praktisi pada saat sedang lupa he..he…</p>
<h2><a href="http://itunes.apple.com/us/app/isolidmech/id331001480?mt=8"><em><strong>3.	Beam Statics </strong></em>dan<em><strong> Plate Shell</strong></em></a></h2>
<p>Kedua aplikasi tersebut adalah keluaran<em> iSolid Mechanic</em> yang bisa digunakan untuk menghitung momen lentur, gaya geser dan defleksi pada setiap titik dari konfigurasi struktur balok dan pelat dengan berbagai bentuk perletakan dan kondisi batas (<em>boundary conditions</em>). Persamaan untuk menghitung balok dan pelat bisa jadi merupakan persamaan matematis yang cukup kompleks tergantung dari kondisi batas dan pembebanannya, tetapi oleh <em>iSolid Mechanics </em>dijadikan sebagai sebuah program aplikasi sederhana yang siap pakai. Uraian dari pengembangnya mengatakan  bahwa aplikasi tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk keperluan praktis saja melainkan berguna juga untuk engineering student maupun kalangan akademis karena dapat digunakan untuk menghitung gaya internal dan gaya tumpuan pada balok dan pelat (shell). Disamping menghitung nilai-nilainya, pada aplikasi Beam statics juga mampu untuk menggambarkan diagramnya seperti halnya software komputer atau PC.<a href="http://yanartana.com/wp-content/uploads/2010/07/IMG_0364.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-310" style="margin: 10px;" title="IMG_0364" src="http://yanartana.com/wp-content/uploads/2010/07/IMG_0364-200x300.png" alt="" width="200" height="300" /></a></p>
<p>Selain menghitung gaya-gaya reaksi, aplikasi ini juga menyediakan fasilitas untuk menghitung preperti dari berbagai bentuk penampang solid seperti bentuk juring lingkaran, busur, dan segibanyak seperti menghitung luas penampang, Momen Inertia pada arah horisontal, arah vertikal maupun inertia polar. Disamping salah satu jenis pembebanan, kedua aplikasi tersebut bisa digunakan pada kombinasi antara beban merata dan beban terpusat, maupun pembebanan oleh momen pada ujung balok. Tetapi seperti halnya Simple Beam dan Statics, aplikasi ini hanya bisa digunakan pada balok dan pelat dengan satu bentang saja artinya hanya maksimal terdiri dari dua tumpuan saja.</p>
<p>Pada bagian lainnya, aplikasi ini bisa juga digunakan untuk menghitung tekanan hidrostatis dan tekanan dari dalam  dinding tangki yang berbentuk lingkaran dan elips. Pengembangnya juga menyampaikan bahwa kedepannya aplikasi ini akan dikembangkan untuk perhitungan pada partikel dan dinamika benda tegar (<em>rigid body dynamics</em>). Aplikasi-aplikasi  ini memang layak dicoba tetapi tentu saja kita harus membayar untuk dapat menggunakannya, <em>Beam Statics</em> dijual dengan harga $1.99 dan <em>Plate Shell </em>dijual seharga $3.99  dengan menggunakan account iTunes kita.</p>
<h2><a href="http://itunes.apple.com/us/app/rc-beam/id309545936?mt=8"><em><strong> </strong></em></a><em><strong><a>4.	RC Beam</a> </strong></em></h2>
<p><a href="http://yanartana.com/wp-content/uploads/2010/07/IMG_0366.png"></a><a href="http://yanartana.com/wp-content/uploads/2010/07/IMG_0367.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-312" style="margin: 5px;" title="IMG_0367" src="http://yanartana.com/wp-content/uploads/2010/07/IMG_0367-200x300.png" alt="" width="212" height="317" /></a><a href="http://yanartana.com/wp-content/uploads/2010/07/IMG_0366.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-311" style="margin: 5px;" title="IMG_0366" src="http://yanartana.com/wp-content/uploads/2010/07/IMG_0366-200x300.png" alt="" width="214" height="320" /></a>Salah satu aktifitas yang mutlak pada dunia Teknik Sipil adalah menghitung atau merencanakan beton bertulang. Pengembang aplikasi iPhone tentu saja tidak melewatkannya, salah satunya adalah <em>StructuresApps</em>. yang membuat aplikasi <em>RC Beam</em>, sebuah aplikasi yang bisa digunakan untuk menghitung kebutuhan tulangan pada penampang balok berbentuk segiempat dan bentuk “T”. Baik untuk tulangan lentur maupun tulangan gesernya.</p>
<p>Dengan memasukkan nilai-nilai momen batas (Mu) yang bekerja, ukuran penampang balok lengkap dengan beton deckingnya dan mutu material beton dan baja tulangan yang digunakan, maka jumlah tulangan yang diperlukan sudah bisa diketahui setelah ukuran besi tulangan yang digunakan sudah ditentukan.</p>
<p>Wah, ternyata masih banyak lagi aplikasi menarik yang mungkin berguna, tetapi untuk kali ini,  segitu saja dulu uraian tentang beberapa aplikasi iPhone untuk Teknik Sipil biar tulisan di blog ini tidak terlalu panjang dan membosankan.</p>
<p>Mudah2an pada posting berikutnya bisa  saya tulis lagi beberapa aplikasi lainnya&#8230;.</p>
<img src="http://yanartana.com/?ak_action=api_record_view&id=302&type=feed" alt="" /><p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://yanartana.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yanartana.com/2010/07/aplikasi-iphone-untuk-teknik-sipil1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masih Amankah Bali ?</title>
		<link>http://yanartana.com/2010/07/masih-amankah-bali/</link>
		<comments>http://yanartana.com/2010/07/masih-amankah-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jul 2010 11:17:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Artana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Me and Mine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yanartana.com/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[Mengingat kembali suasana Bali sebelum tahun 90-an, terasa ada sesuatu yang hilang dan sepertinya sulit untuk kembali lagi, keamanan. Ya, itulah yang sangat berbeda terasa dengan Bali sekarang ini. Beberapa hari terakhir ini berbagai berita yang membuat miris banyak menghiasi media lokal seperti pembunuhan, pencurian dengan kekerasan, perang preman dan lain-lain yang kini serasa sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengingat kembali suasana Bali sebelum tahun 90-an, terasa ada sesuatu yang hilang dan sepertinya sulit untuk kembali lagi, keamanan. Ya, itulah yang sangat berbeda terasa dengan Bali sekarang ini. Beberapa hari terakhir ini berbagai berita yang membuat miris banyak menghiasi media lokal seperti pembunuhan, pencurian dengan kekerasan, perang preman dan lain-lain yang kini serasa sudah terbiasa dan tidak aneh lagi terdengar. Sering kali terdengar khabar kehilangan motor yang diparkir didepan rumah, kasus penusukan majikan, sampai pada perdagangan obat terlarang dan perdagangan manusia.</p>
<p>Dulu semua itu sangat asing dan aneh terdengar jika peristiwa semacam itu terjadi di Bali, bahkan terbayangpun tidak. Semua orang begitu menjunjung tinggi nilai –nilai luhur, moral, dan agama. Setiap orang saling menghormati dan saling peduli dengan sesama, begitu rukun penuh semangat kekeluargaan, gotong royong dan begitu takut akan hukum karmaphala. Semua itu menyebabkan Pulau Bali laksana surga yang penuh dengan kedamaian, keramahan dan keindahannya.<span id="more-262"></span></p>
<p>Sungguh jauh berbeda dengan yang terasa saat ini, berbagai macam jenis kejahatan dengan modus yang semakin beragam, berani dan terang-terangan berbuat kejahatan.didepan umum. Sepertinya semua itu bukan hal yang terasa jauh lagi dari keseharian masyarakat Bali. Waktu terjadinya kejahatan pun tidak dipilih –pilih lagi, entah itu pagi,malam, sore, dini hari, bahkan disiang bolong pun semua itu bisa saja terjadi. Tidak memandang hari biasa, bahkan pada hari Raya Agama yang semestinya disucikan berbagai peristiwa memilukan bisa terjadi. Terlebih pada momen pemilihan pemimpin daerah dan wakil rakyat baik dari tingkat desa, kecamatan, Kabupaten , Provinsi maupun pemimpin negara.</p>
<p>Sebuah pengalaman yang cukup membuat cemas saya alami kemarin pagi, disaat saya dan istri baru berangkat bekerja hanya tinggal pembantu dan anak-anak yang masih kecil di rumah. Menurut cerita pembantu dan anak, tiba-tiba datang seorang laki-laki dengan gaya yang cukup meyakinkan mengatakan bahwa kami sudah beberapa bulan ini tidak membayar listrik (padahal sebenarnya kami tidak pernah melalaikan kewajiban tersebut) kemudian menggertak bahwa listrik dirumah kami harus disegel jika hari itu tidak dilakukan pembayaran, menanyakan apakah bisa dilakukan pembayaran atau tidak saat itu. Pembantu begitu ketakutan dan mengatakan bahwa tidak ada uang dirumah dan beranjak ingin menelpon saya dan istri tetapi tiba-tiba dicegah oleh orang itu dan hanya diminta mengatakan no HP kami, setelah diberitahu, orang itu sekali lagi dengan cukup meyakinkan berpura-pura menelpon istri saya. Dari pembicaraan telepon itu dikatakan bahwa kami sudah melakukan pembayaran tepat waktu dan bukti pembayarannya kami taruh dilaci meja dirumah.</p>
<p>Dia mengatakan bahwa kami menyuruh untuk mencari bukti pembayaran tersebut di laci sehingga serta merta pembantu mencarikannya sambil menggendong anak kami yang masih balita. Entah situasinya seperti apa, orang itu ikut masuk rumah dan ikut mencari dengan mengubek-ubek isi meja, lemari dan seluruh ruangan pribadi kami. Orang itu bahkan membuka-buka lemari tempat istri saya menyimpan beberapa perhiasan seadanya seraya berusaha memegangnya, untunglah hal itu sempat dilihat oleh pembantu dan berusaha mencegah untuk agar jangan diambil, anehnya pembantu tidak tergerak untuk curiga lebih jauh sehingga tidak ada niat untuk berteriak minta tolong para tetangga. Sebenarnya rumah kami berada pada lingkungan perumahan yang relatif ramai dengan tetangga yang cukup akrab, bahkan sebagian besar dari mereka adalah anggota polisi. Disaat rumah diubek-ubek tersebut, entah akibat dorongan apa kebetulan istri saya menelpon ke rumah, telepon diambil oleh anak kami yang lebih besar yang masih berusia 5 tahun dan berbicara dengan ibunya. Mengetahui ada komunikasi antara anak saya dan ibunya, dengan sangat terburu-buru orang itu mengatakan bahwa dia harus pergi dan akan datang nanti sore saat kami sudah pulang dan orang itu langsung pergi.</p>
<p>Mengetahui ada kejadian seperti itu, istri dan saya (yang ditelepon istri) merasa cemas  dan bergegas pulang, begitu mencemaskan anak-anak kami yang masih kecil, demikian juga beberapa barang yang cukup penting bagi kami walaupun tidak banyak. Syukurlah mereka dalam keadaan baik-baik saja walaupun sebuah HP LG KC550 raib diambil orang itu. Tidak bisa dibayangkan situasinya seandainya pembantu merasa curiga, berteriak dan orang itu merasa terdesak sehingga membahayakan anak-anak kami, kami bersyukur Tuhan melindungi kami. Dan akhirnya kami mendapat suatu pelajaran yang penting agar selalu WASPADA dan WASPADA..kepada siapapun!!</p>
<p>Pertanyaan tentang keamanan Bali dulu dan sekarang selalu timbul dalam hati saya, entah apanya yang salah, apakah semua ini berhubungan dengan perkembangan Bali yang memang sudah jauh berubah dan apakah moral kita memang sudah jauh terdegradasi sehingga bisa menghalalkan segala cara untuk memenuhi kebutuhan hidup yang semakin kompleks. Ataukah ini ada hubungannya dengan karma kita sebagai masyarakat Bali yang sudah semakin jauh dari nilai-nilai agama dan budaya suci warisan leluhur?</p>
<p>Lalu dimanakah janji Bapak-Bapak pemimpin yang saat kampanye selalu berapi-api akan menjaga keamanan Bali?&#8230;Yah, janji tinggalah janji…!!!</p>
<p>Semoga Bapak-Bapak selalu diingatkan dengan apa yang pernah terucap !!!.</p>
<img src="http://yanartana.com/?ak_action=api_record_view&id=262&type=feed" alt="" /><p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://yanartana.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yanartana.com/2010/07/masih-amankah-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bincang  bebas  di  HAKI  Komda  Bali</title>
		<link>http://yanartana.com/2009/12/bincang-bebas-di-haki-komda-bali/</link>
		<comments>http://yanartana.com/2009/12/bincang-bebas-di-haki-komda-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 19:30:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Artana</dc:creator>
				<category><![CDATA[CIVIL ENGINEERING]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yanartana.com/civil-engineering/rembug-bebas-di-haki-komda-bali</guid>
		<description><![CDATA[HAKI (Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia) Komisariat Bali Jumat(04/12) mengadakan kumpul-kumpul untuk anggota dan pengurusnya di sekretariatnya Jl. Sekar Jepun No.4 Denpasar. Tujuannya disamping perkenalan kantor, juga untuk sekedar sharing antar anggota mengenai hal-hal yang berhubungan dengan profesi Civil Engineer di masa kini. Tokoh Structural Engineer di Bali yang hadir berasal dari berbagai kalangan baik dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.haki-konstruksi.com/"><em><a href="http://yanartana.com/wp-content/uploads/2009/12/HAKI.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-270" style="border: 0pt none; margin: 10px;" title="HAKI" src="http://yanartana.com/wp-content/uploads/2009/12/HAKI-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a></em>HAKI</a> (<em>Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia)</em> Komisariat Bali Jumat(04/12) mengadakan kumpul-kumpul untuk anggota dan pengurusnya di sekretariatnya Jl. Sekar Jepun No.4 Denpasar. Tujuannya disamping perkenalan kantor, juga untuk sekedar sharing antar anggota mengenai hal-hal yang berhubungan dengan profesi Civil Engineer di masa kini.</p>
<p>Tokoh <em>Structural Engineer</em> di Bali yang hadir berasal dari berbagai kalangan baik dari akademisi maupun praktisi Structural Engineer yang tidak asing lagi, diantaranya adalah Pak Made Sukrawa, Pak Nyoman Sutarja, Pak Ketut Ardhana, Pak Wayan Dana , Pak Rudi (PT. Satria Cipta) dan lainya.</p>
<p><span id="more-230"></span></p>
<p>Suasana penuh keakraban, penuh canda dan tawa (<em>tetapi tetap saja kelihatan serius..he..he</em>), maklumlah diantara anggota banyak sudah saling mengenal sebelumnya. Banyak hal yang diperbincangkan, mulai dari geliat dan kiprah organisasi HAKI komda Bali ke depan, uneg-uneg dan permasalahan yang dialami di lapangan, sampai pada perbincangan &#8220;celah bisnis&#8221; yang mungkin&#8230;.he..he.</p>
<p>Topik yang cukup penting yang diperbincangkan adalah mengenai nasib Structural Engineer di masyarakat. Pak Ketut Ardhana yang selama ini dikenal sebagai praktisi di bidang konsultansi dengan spesialisasi Structural Engineer yang sudah banyak dikenal dikalangan Ekspatriat dan pemilik project asing mengungkapkan beberapa realitas yang dijumpai di lapangan. Dikatakan bahwa posisi tawar Structural Engineer di Bali masih sangat rendah bahkan masih dikelompokkan sebagai masyarakat profesional kelas dua. Profesi <em>structural engineer</em> masih belum bisa diandalkan untuk bisa hidup layaknya profesi lain, bahkan dilontarkan pernyataan bahwa di Bali tidak ada Badan Usaha yang bisa hidup dengan murni sebagai Structural Engineer saja. Hal tersebut diakibatkan karena profesi structural engineer sering dianggap hanya sebagai profesi &#8220;tukang hitung&#8221; saja, padahal sebenarnya seorang engineer adalah &#8220;<em>designer</em>&#8221; dengan tanggung jawab seumur hidup dan pantas dihargai sama dengan profesi lain misalnya arsitek atau dokter.</p>
<p>Kenapa semua itu terjadi,&#8230;.Pak Made Sukrawa mengemukakan beberapa alasan diantaranya karena kurangnya publikasi diri seorang Engineer, kurangnya keberanian mendobrak sistem dan dogma-dogma lama, tingkat tantangan Structural engineer di Bali yang tidak begitu besar untuk menempa diri, dan yang terpenting (<em>dan ujung-ujungnya ini lagi&#8230;.</em>) adalah peraturan yang berlaku di sistem pemerintahan kita. Dicontohkan pada proyek pemerintah khusunya di Bali, paket2 proyek perencanaan/design dikemas kedalam satu paket dan selanjutnya diserahkan ke sebuah konsultan umum yang sudah mencakup perencanaan arsitektur, sipil bahkan sampai Mecanical Electrical. Terang saja yang pertama kali diperlukan adalah tenaga ahli yang notabene berhubungan dengan konsep yaitu arsitek (<em>maaf bukan bermaksud membuat dikotomi Arsitek-Sipil</em>).</p>
<p>Masalahnya setelah design arsitektur selesai, pekerjaan struktur juga dikerjakan oleh konsultan tersebut yang memang boleh mempunyai tenaga ahli Sipil juga (<em>walaupun banyak diantaranya yang hanya tercantum nama saja..he..he</em>). Mungkin ceritanya akan jadi berbeda jika sebuah proyek diserahkan kepada ahlinya masing-masing, demikian juga dengan Konsultan Perencana tidak boleh mencakup semua disiplin ilmu teknik kedalam suatu badan, biarlah konsultan bangunan itu memiliki spesialisasi tertentu saja misalnya Konsultan arsitektur, Konsultan Sipil, Konsultan Mekanikal &amp; Elektrikal dan lain-lain. Jadi setiap proyek pemerintah akan ditangani oleh beberapa Konsultan dengan spesialisasi masing masing (<em>biar panitia proyek repot dikit..he..he</em> ) seperti halnya project2 swasta (asing) yang sudah melimpahkan setiap pekerjaan masing-masing kepada ahlinya, disinilah setiap profesi dihargai secara proposional sehingga produk yang dihasilkan bisa terjamin baik.</p>
<p><em>Pertanyaanya apakah asosiasi profesi HAKI nggak bisa memberi sedikit presure untuk mengubah sistem tersebut?&#8230;.</em>Yah, berat juga nih..!</p>
<p>Wah topik yang melelahkan, ceritanya bisa panjang dan muter-muter &#8230;.!!!</p>
<p>*<em>(Foto dicomot dari</em> <a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30618089&amp;id=1061242005"><em>sini</em></a><em>)</em></p>
<img src="http://yanartana.com/?ak_action=api_record_view&id=230&type=feed" alt="" /><p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://yanartana.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yanartana.com/2009/12/bincang-bebas-di-haki-komda-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memprihatinkan</title>
		<link>http://yanartana.com/2009/12/memprihatinkan/</link>
		<comments>http://yanartana.com/2009/12/memprihatinkan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 07:23:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Artana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Activity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yanartana.com/daily-activity/memprihatinkan</guid>
		<description><![CDATA[Minggu ini adalah musim Ujian Tengah Semester di lingkungan pendidikan tinggi, beberapa kampus menyelenggarakan UTS secara serempak untuk seluruh fakultas yang ada dibawah naungannya, sedangkan sebagian kampus lainnya menyerahkan kepada dosen pengajar mata kuliah masing-masing untuk menentukan waktunya. Dilingkungan kampus saya yang menyelenggarakan UTS secara serempak, Nampak sekali perbedaan suasana kampus dengan hari-hari yang lain, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://yanartana.com/wp-content/uploads/2009/12/unhi.1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-273" style="margin: 10px;" title="unhi.1" src="http://yanartana.com/wp-content/uploads/2009/12/unhi.1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Minggu ini adalah musim Ujian Tengah Semester di lingkungan pendidikan tinggi, beberapa kampus menyelenggarakan UTS secara serempak untuk seluruh fakultas yang ada dibawah naungannya, sedangkan sebagian kampus lainnya menyerahkan kepada dosen pengajar mata kuliah masing-masing untuk menentukan waktunya.</p>
<p>Dilingkungan kampus saya yang menyelenggarakan UTS secara serempak, Nampak sekali perbedaan suasana kampus dengan hari-hari yang lain, suasananya yang lebih semarak, lebih ramai dari biasanya dan dengan warna yang lebih seragam, maklumlah untuk mengikuti UTS mahasiswa diharuskan menggunakan atribut almamater termasuk jas almamater. Lebih ramainya suasana kampus disampaing karena mahasiswa masuk secara bersamaan, sudah bukan rahasia lagi kalau ada sebagian mahasiswa yang kehadirannya di perkuliahan sehari-hari sangat jarang dan hanya masuk pada saat ujian untuk mendapatkan nilai yang disyaratkan untuk kelulusan&#8230;.hah..!</p>
<p>Kebetulan tradisi sistem pengawasan UTS dikampus saya disilang antar fakultas, maksudnya dosen-dosen disebuah fakultas ditugaskan mengawasi UTS di fakultas lain. Sebuah metode yang bertujuan mulia dan ideal untuk meningkatkan kualitas hasil pendidikan.</p>
<p>Mendapat tugas mengawas di fakultas lain (yang kebetulan adalah Fakultas yang menjadi ikon Almamater), saya berfikir bahwa semuanya harus berjalan dengan ideal, melaksanakan pengawasan dengan disiplin dan tertib untuk menjamin bahwa mahasiswa memang harus belajar untuk mendapat nilai yang baik. Ketika baru masuk ruangan di hari pertama tugas mengawas, saya melihat suasana ruangan yang cukup baik, kehadiran mahasiswa benar-benar seratus persen lengkap dengan atribut dan persyaratan yang diwajibkan dan dengan posisi tempat duduk sesuai nomor absen mahasiswa&#8230; ini benar-benar disiplin pikirku..!<span id="more-224"></span></p>
<p>Mengucapkan salam dan segera saya bagikan soal dan lembar jawaban yang saya ambil dari Panitia UTS, dari sinilah mulailah kegelisahan mahasiswa terlihat, dengan wajah yang cukup tegang mereka membaca soal untuk mengerjakannya. Melihat suasana seperti itu, saya langsung bertanya kepada mahasiswa apakah soal yang harus dikerjakan begitu sukar menurut ukuran mereka, dan jawaban yang saya dapat benar-benar membuat tertegun dan prihatin, katanya jawaban dari soal tesebut benar-benar tidak terbayangkan oleh mereka, begitu sulitkah?&#8230;..Tidak juga, dan alasannya karena mereka jarang dapat kuliah,&#8230;lho maksudnya?&#8230;.. Mereka mengatakan bahwa jumlah pertemuan dengan dosen pengajarnya sangat minim dan referensi yang dimiliki sedikit sekali. Tentu saja saya langsung berpikir kalau merekalah yang malas hadir mengikuti perkuiahan, tidak bersemangat bahkan mungkin berangkat kuliah hanya untuk main-main saja. Setelah saya selidiki dengan mencari informasi sebisanya, ternyata disamping karena kemalasan mahasiswa, kehadiran dosen pengajar memang sangat minim&#8230;.nah!.</p>
<p>Masalahnya menjadi tidak sederhana lagi, barangkali semua akan berputar lagi pada lingkaran tanpa ujung bagai perdebatan &#8220;telur dan ayam&#8221;. Bagaimana mungkin kualitas pendidikan bisa baik kalau realitasnya seperti itu, mahasiswa seperti ditelantarkan, sementara di lain pihak tenaga dosen juga tidak bisa disalahkan sepenuhnya karena berbagai alasan yang juga sulit dibantah, mereka tidak bisa hadir memberi kuliah karena masih ada keperluan lain &#8220;diluar&#8221; sehubungan dengan usaha mereka memenuhi tuntutan hidup keluarga karena profesi pendidik saja tidak bisa menjamin pemenuhan kebutuhan maupun kesejahteraan keluarga mereka sehari-hari.</p>
<p>Memang pada awalnya ada komitmen yang tinggi untuk mengabdi meningkatkan kecerdasan bangsa, tidak memiliki motivasi mengejar penghasilan tinggi atau memperkaya diri, tetapi apa daya komitmen tersebut perlahan-lahan surut juga karena desakan dan tuntutan hidup yang dirasa lebih kuat. Yah, seperti umumnya tenaga pendidik di Indonesia saat ini memang belum bisa menjamin bahwa mereka bisa hidup (layak) hanya dengan menjadi tenaga pendidik, apalagi dosen Perguruan tinggi swasta yang semuanya tergantung kebijakan pemiliknya. Masih bisa diterima kalau kondisi keuangan Kampus memang benar tidak memungkinkan untuk memberikan kesejahteraan yang lebih baik, tetapi jika mereka hanya dijadikan komoditi ataupun pelengkap saja, maka komitmen mulia itu pasti akan langsung lenyap&#8230;!</p>
<p>Bisa dibayangkan, mereka berangkat mengajar dengan biaya dari kantong sendiri, bekerja keras mempersiapkan materi perkuliahan dan dituntut terus belajar untuk meningkatkan kompetensi diri sebagai pengajar, apalagi diharuskan untuk bekerja dikampus memenuhi berbagai persyaratan yang diwajibkan pemerintah untuk kampus, sementara di awal bulan baru mereka hanya menerima honor mengajar yang diperhitungkan per-jam atau per-SKS yang hanya cukup buat mengganti ongkos bensin motor dalam dua kali mengajar&#8230;.*<em>sungguh memprihatinkan</em>!.</p>
<p><em>Memang benar kata orang, menjadi seorang DoSen artinya kewajiban pekerjaan satu dos tapi penghasilan satu sen..he..he.!</em></p>
<p>Yah, seperti itulah kondisi dan realitas yang dialami dan itu benar-benar terjadi di dunia pendidikan kita, menjadi seorang dosen memang memerlukan pengorbanan yang luar biasa, syukur-syukur diantara mereka ada yang memang sudah mapan dari sisi ekonomi, mereka tidak akan terlalu memikirkan imbalan yang didapat dan mereka bisa mengabdi dan mengabdi sepenuhnya, tetapi kenyataannya?, kebanyakan adalah yang belum mapan ataupun untuk sekedar hidup layak.</p>
<p>Akankah mereka dipersalahkan?</p>
<img src="http://yanartana.com/?ak_action=api_record_view&id=224&type=feed" alt="" /><p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://yanartana.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yanartana.com/2009/12/memprihatinkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pinjam Bendera</title>
		<link>http://yanartana.com/2009/07/pinjam-bendera-2/</link>
		<comments>http://yanartana.com/2009/07/pinjam-bendera-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2009 23:34:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Artana</dc:creator>
				<category><![CDATA[CIVIL ENGINEERING]]></category>
		<category><![CDATA[Profesionalism]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yanartana.com/civil-engineering/pinjam-bendera-2</guid>
		<description><![CDATA[A: Wah dapat banyak proyek tahun ini Pak?, papan nama perusahaannya tersebar dimana-mana &#8230;. B : Ah, nggak juga kok, kebanyakan dipinjam, yang dikerjakan sendiri cuma satu proyek&#8230;&#8230;&#8230; Bapak nangani berapa kerjaan? A: Saya malah nggak dapat tahun ini, hanya dipinjamkan saja &#8230;. Itulah isi percakapan dua orang pemimpin Perusahaan pada sesi rehat kopi suatu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em></em><em></em><em>A: Wah dapat banyak proyek tahun ini Pak?, papan nama perusahaannya tersebar dimana-mana &#8230;.</em></p>
<p><em>B : Ah, nggak juga kok, kebanyakan dipinjam, yang dikerjakan sendiri cuma satu proyek&#8230;&#8230;&#8230; Bapak nangani berapa kerjaan?</em></p>
<p><em>A: Saya malah nggak dapat tahun ini, hanya dipinjamkan saja &#8230;.</em></p></blockquote>
<p>Itulah isi percakapan dua orang pemimpin Perusahaan pada sesi rehat kopi suatu acara yang digelar sebuah asosiasi profesi. Isi percakapan yang ringan tanpa beban, datar dan biasa-biasa saja, seakan sudah menjadi hal yang lumrah dan biasa terdengar. Yang diperbincangkan adalah perihal proyek dan <em>&#8220;Pinjam Bendera</em> ( <em>istilah untuk peminjaman badan hukum perusahaan untuk mengambil proyek</em>) dan itu adalah sesuatu yang tidak lagi tabu dikalangan mereka padahal mereka tahu kalau hal itu tidak dibenarkan dari sisi manapun.</p>
<p>Pada hakikatnya, peminjaman bendera bisa disebabkan berbagai hal misalnya seseorang yang karena punya kedekatan dengan seorang pejabat pemilik proyek ditawari (atau meminta) untuk mengambil proyek padahal dia tidak memiliki perusahaan berbadan hukum seperti yang dipersyaratkan dan sebenarnya tidak memiliki kapasitas untuk mengerjakannya, maka dia menghubungi kenalannya yang punya perusahaan dan akhirnya dengan fee sekadarnya, si pemilik perusahaan mau meminjamkannya jadilah proyek itu dikerjakan seadanya, yang penting diterima walau kualitas dinomorduakan, demikian juga si pemberi proyek, karena rekomendasinya dari mereka sendiri ya pasti diterima saja dengan membuta karena sudah &#8220;tahu sama tahu&#8221; atau karena rasa ewuh pakewuh pada orang yang mengambil itu.</p>
<p>Kasus lain yang terjadi adalah saling meminjam ( bertukar) perusahaan antara sesama pemilik perusahaan sejenis, maksudnya hanya untuk menghindari kesan monopoli oleh orang tertentu pada suatu &#8220;lahan&#8221;. Kalau yang ini sih masih mendingan karena mutu hasil pekerjaan akan lebih baik karena yang meminjam adalah kalangan profesi yang sama.<span id="more-210"></span></p>
<p>Konsekuensinya, jika hasil pekerjaan tersebut tidak beres atau bermasalah di kemudian hari maka yang memikul tanggung jawab sepenuhnya adalah si pemilik perusahaan, padahal mungkin saja dia tidak tahu menahu dengan proses dan hasil pekerjaan yang dimaksud tetapi karena yang tecantum adalah nama perusahannya, maka mau tidak mau dia harus bertanggung jawab. Karena mengharapkan fee yang mungkin saja tidak sebanding dengan tanggungjawabnya, seseorang pemilik perusahaan jadi kena masalah.</p>
<p>Bagaimanapun juga, profesionalisme tetap harus dijaga, tidak gampang meminjamkan begitu saja apalagi kepada orang yang tidak punya kapabelitas untuk mengerjakannya. Tetapi dilema mungkin saja dihadapi jika berhadapan dengan &#8220;orang kuat&#8221; dan berpengaruh, jika tidak diberikan mereka terancam dikemudian hari misalnya dikucilkan atau bahkan tidak diberi proyek sama sekali khususnya pada proyek-proyek dengan penunjukan langsung yang faktanya banyak dikondisikan seperti itu (misalnya dengan memecah2 paket proyek menjadi kecil-kecil). Nah, disinilah masalahnya, semua kembali menjadi lingkaran tak berujung yang tidak terlepas dari kondisi sistem yang sengaja dibuat dan sudah jadi semacam kebiasaan.</p>
<p><em>Bagaimana mau menjaga profesionalisme?&#8230;&#8230;.</em></p>
<p>Ya sudahlah&#8230;.akhirnya semua bermuara ke SDM&#8230;.Selamatkan Diri Masing-masing&#8230;he..he..!</p>
<img src="http://yanartana.com/?ak_action=api_record_view&id=210&type=feed" alt="" /><p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://yanartana.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yanartana.com/2009/07/pinjam-bendera-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Persiapan Dini</title>
		<link>http://yanartana.com/2009/07/persiapan-dini/</link>
		<comments>http://yanartana.com/2009/07/persiapan-dini/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 21:10:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Artana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Me and Mine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yanartana.com/me-and-mine/mencoretkan-harapan</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Juli, tepatnya tanggal 23 kita selalu diingatkan pada Hari Anak Nasional, sebuah momentum yang seharusnya selalu diperhatikan para orang tua di negeri ini. Hakikatnya bukanlah sebuah seremonial yang mesti dilaksanakan tetapi merupakan sebuah refleksi dari pengharapan yang sebenarnya ingin dicapai oleh semua orang tua terhadap anak-anak mereka. Bagaimana kita diingatkan kembali pada motivasi diri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bulan Juli, tepatnya tanggal 23 kita selalu diingatkan pada Hari Anak Nasional, sebuah momentum yang seharusnya selalu diperhatikan para orang tua di negeri ini. Hakikatnya bukanlah sebuah seremonial yang mesti dilaksanakan tetapi merupakan sebuah refleksi dari pengharapan yang sebenarnya ingin dicapai oleh semua orang tua terhadap anak-anak mereka. Bagaimana kita diingatkan kembali pada motivasi diri bahwa ada sebuah harapan yang menunggu dan memerlukan perhatian kita untuk bisa meraihnya melalui anak-anak kita dimasa depan. <a href="http://yanartana.com/wp-content/uploads/2009/07/m-17072009-002-00021.jpg"><a href="http://yanartana.com/wp-content/uploads/2009/07/m_090621_142801.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-285" style="margin: 10px;" title="m_090621_142801" src="http://yanartana.com/wp-content/uploads/2009/07/m_090621_142801-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></a>Terkesan puitis, tapi itulah kata yang saya rasa tepat untuk digunakan&#8230;..Tidak berbeda dengan dengan para orang tua umumnya, tentu saja dalam hati saya patrikan bahwa anak adalah satu-satunya tumpuan hidup saya kelak, penerus hidup saya hari ini dan pemikul segala tanggung jawab yang semestinya saya penuhi di masa kehidupan saya. Sebenarnya begitu berat mandat yang nantinya kita limpahkan kepada mereka oleh karena itu kita diwajibkan pula untuk mempersiapkannya, membuat pondasi yang kokoh, membuat mereka siap dan tegar memikul tanggung jawab yang akan kita limpahkan.  Sebuah tahapan baru dari perjuangan panjang juga sedang kami mulai saat ini, memberikan pendidikan usia dini kepada anak saya yang pertama dengan mengirimkannya ke sebuah sekolah TK. Tentu saja ada nuasa baru dari hari-hari yang kami jalani bersama, kebiasaan yang agak berbeda dari sebelumnya dengan kesibukan yang bertambah tentunya, tetapi ada kenikmatan lain yang yang terasa ketika melihat kebiasaannya setiap bangun di pagi hari yang berubah, kenikmatan melihat penampilannya yang menggemaskan dan tentu saja ada tuntutan bahwa kesabaran mesti lebih dari biasanya&#8230;.yah, seperti itulah gambarannya, mungkin saja orang tua yang mempunyai anak yang sudah remaja atau dewasa berbeda lagi yang dirasakan dan dijalani. Semua daya dan usaha memang wajib kita upayakan untuk mempersiapkannya, sekecil apaun kita mampu tetap berarti asalkan semua itu adalah upaya kearah yang benar walaupun dengan sumber daya yang terbatas dan disesuaikan dengan keadaan diri kita dari tingkat ekonomi .Yang dimaksud adalah bagaimana kita memberikan yang terbaik dengan tetap mengukur kemampuan baik diri sendiri maupun kemampuan anak tanpa memaksakan kehendak. Misalnya saja dalam memberikan pendidikan usia dini kepada mereka, saya berpendapat bahwa kita tidak perlu memaksa diri apalagi untuk mengejar prestise dengan mengirimkan anak-anak kita ke tempat belajar yang super mewah dan mahal yang belum tentu menjamin bahwa anak akan menjadi lebih unggul, justru yang lebih penting adalah bisa membuat anak menjadi tumbuh sewajarnya baik dari segi fisik maupun mentalnya adalah yang terbaik. Kita cukup memilihkan mereka tempat dan sarana sesuai dengan kemampuan kita dan bakat mereka tanpa paksaan apapun sehingga mereka tidak menjadi generasi karbitan.</p>
<img src="http://yanartana.com/?ak_action=api_record_view&id=194&type=feed" alt="" /><p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://yanartana.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yanartana.com/2009/07/persiapan-dini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ingin Kembali</title>
		<link>http://yanartana.com/2009/07/ingin-kembali/</link>
		<comments>http://yanartana.com/2009/07/ingin-kembali/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2009 07:41:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Artana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Daily Activity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yanartana.com/blog/ingin-kembali</guid>
		<description><![CDATA[Setengah tahun sudah blog ini tidak disentuh, entah karena sebab apa saya juga nggak ngerti, entah dari mana datangnya rasa malas untuk sekedar menengok apalagi mengisi blog ini dengan sesuatu walaupun sebenarnya ada hal yang seharusnya menarik untuk diceritakan semasa kurun waktu tersebut, baik mengenai diri sendiri, keluarga dan lingkungan, bahkan tentang cerita bangsa yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="FONT-FAMILY:">Setengah tahun sudah blog ini tidak disentuh, entah karena sebab apa saya juga nggak ngerti, entah dari mana datangnya rasa malas untuk sekedar menengok apalagi mengisi blog ini dengan sesuatu walaupun sebenarnya ada hal yang seharusnya menarik untuk diceritakan semasa kurun waktu tersebut, baik mengenai diri sendiri, keluarga dan lingkungan, bahkan tentang cerita bangsa yang sedang menggelar pesta demokrasi mulai dari hingar bingar pemilu legislatif yang diwarnai tawa dan kecewa para pesertanya, Pemilu Presiden yang penuh intrik dengan hasil yang fantastis sampai khabar terbaru hari ini dari ibu kota, teror bom yang mengguncang lagi dan membelalakan mata, masih banyak hal yang sebenarnya bisa dicoretkan&#8230;.yah,walau sekedar dicoretkan!</span></p>
<p><span style="FONT-FAMILY:">Sungguh tidak bisa mengerti dan tidak bisa dibahasakan kenapa begitu malas, padahal kalau dilihat frekuensi online malah lebih tinggi dari sebelumnya.</span></p>
<p>Saya tidak mau mengkambinghitamkan meledaknya penggunaan situs-2 jejaring sosial macam <a href="http://facebook.com/">Facebook</a>, <a href="http://twitter.com/">Twitter</a>, <a href="http://www.tagged.com/index.html?r=/home.html">Tagged</a>, <a href="http://www.flixster.com/">Flixster</a>, <span class="removed_link">Hi5</span> dan sejenisnya karena saya memang bukanlah termasuk pecandu situs-situs tersebut walau tetap ikut-ikutan bikin account. Kalau diingat-ingat aktifitas yang paling banyak dilakukan selama ini hanyalah memelototi email yang datang dari beberapa milis dan email yang berhubungan dengan kewajiban rutinitas kerja. Terkadang malah nyasar tak karuan mengikuti link2 yang diikutkan dalam email tersebut sampai lupa waktu, (<em>wah&#8230;sungguh aktifitas yang tidak produktif</em>.) Hal lain yang kulakukan adalah melihat beberapa portal berita, <em>kalau yang ini sih mungkin saja bisa memberi sedikit manfaat&#8230;</em></p>
<p>Sebenarnya dari pertama kali kenal dunia maya khususnya blog, ada angan-angan untuk dapat menuangkan berbagai hal kedalam sebuah postingan, tentang apa saja yang terlintas dipikiran dan tentang apa saja yang sudah dilalui dan dialami sendiri atau orang lain(<em>bukan gosip loh)</em>, terlepas dari itu bermanfaat maupun tidak, informatif atau tidak, mendidik atau tidak, syukur-syukur bisa memberikan manfaat bagi diri sendiri atau orang lain. Padahal sering juga melihat dan mendengar ungkapan bahwa tulisan adalah sesuatu yang jauh lebih abadi dibandingkan dengan ingatan atau cerita lisan, bahkan ungkapan bahwa &#8221; <em>kita ada jika kita sudah mempublikasikan diri</em> &#8220;- (<em>ini sih kejauhan dan klise&#8230;he..he</em> ) . Tetapi kenapa semua itu hanya tekad dan impian, kenapa tidak pernah dijalankan, &#8230;..Setelah dipikir-pikir, jawabannya hanya satu kata &#8220;MALAS&#8221;, itulah yang jadi biangnya&#8230;.tentu saja ada seribu alasan yang dibuat, dicari-cari dan diajukan untuk sekedar membenarkannya.</p>
<p>Ah sudahlah&#8230;, kalau itu diulas bisa tambah panjang dan tentu saja pada akhirnya akan menghakimi dan menghukum diri sendiri..nggak ah&#8230;!</p>
<p>Hari ini kucoba untuk kembali lagi, belajar menulis dan menulis, walaupun itu tulisan sampah, tulisan tak bermanfaat, ataukah ide-ide yang mungkin saja suatu saat bisa berguna. Semoga bisa bangun lagi..!</p>
<img src="http://yanartana.com/?ak_action=api_record_view&id=174&type=feed" alt="" /><p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://yanartana.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yanartana.com/2009/07/ingin-kembali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dialog Dua Idealisme</title>
		<link>http://yanartana.com/2008/12/dialog-antara-dua-idealisme/</link>
		<comments>http://yanartana.com/2008/12/dialog-antara-dua-idealisme/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Dec 2008 10:06:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Artana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[CIVIL ENGINEERING]]></category>
		<category><![CDATA[Teknik Sipil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yanartana.com/bali/dialog-antara-dua-idealisme</guid>
		<description><![CDATA[* Catatan Seminar di Teknik UNHI. Suatu masalah ditinjau dari kaca mata yang berbeda tentu saja kelihatan berbeda, sebuah pandangan pasti tidak benar secara mutlak. Masing-masing pihak harus mau fleksibel agar bisa didapat solusi yang terbaik. Seperti mengemuka dalam seminar di Kampus UNHI kemarin yang mengambil Tema &#8220;Jalan Layang di Bali ditinjau dari aspek teknologi, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="FONT-SIZE: 14px; FONT-FAMILY: Trebuchet MS"><em>* Catatan Seminar di Teknik UNHI.</em></span></p>
<p>Suatu masalah ditinjau dari kaca mata yang berbeda tentu saja kelihatan berbeda, sebuah pandangan pasti tidak benar secara mutlak. Masing-masing pihak harus mau fleksibel agar bisa didapat solusi yang terbaik.</p>
<p>Seperti mengemuka dalam <a href="http://www.gussuta.com/naskah/seminar-di-fakultas-teknik-unhi.html">seminar di Kampus UNHI</a> kemarin yang mengambil Tema &#8220;Jalan Layang di Bali ditinjau dari aspek teknologi, Agama dan Budaya&#8221;. Bagaikan dialog dua idealisme dari dunia yang berbeda &#8220;Teknokrat dan budayawan&#8221; yang sangat sulit untuk mencapai titik temu, masing-masing memberikan pandangan berdasarkan keahliannya. Sebagai pembicara dalam seminar tersebut pihak Teknokrat diwakili oleh Ir. Tjok Raka Sukawati IPM (Sosrobahu), sementara dari budayawan dan agamawan oleh Drs. IB Agastia, ditambah dari pihak birokrat sebagai penentu kebijakan yang diwakili oleh Ir.IB Sidartha MT (PU Bina Marga) dan Ir.Ketut Arsana Laga (Bapeda).</p>
<p>Isu yang dibahas sebenarnya adalah isu yang sudah cukup lama yaitu masalah kontroversi rencana pembangunan jalan layang di Bali. Kalangan budayawan dan agamawan berpandangan bahwa dengan dibangunnya jalan layang, kesucian dan kesakralan budaya Bali (yang notabene bernafaskan Hindu) akan hilang. Segala sesuatunya akan tergusur oleh kehidupan serba modern dengan kemajuan teknologinya, filosofi kehidupan masyarakat Bali yang sudah diwarisi turun temurun akan lenyap, padahal menurut IB Agastia sebenarnya pemikiran leluhur masyarakat Bali zaman dulu sudah melampaui kehidupan modern saat ini maksudnya pemikiran leluhur masyarakat Bali sudah jauh memperhitungkan terjadinya modernisasi yang akan terjadi . Dicontohkan dengan penerapan pada bidang arsitektur Bali, Perencanaan Tata ruang dan lain-lain yang segala sesuatunya berdasarkan pada Tri Hita Karana yang mengarahkan untuk selalu menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, alam, dan hubungan sesama manusia.</p>
<p><span id="more-161"></span></p>
<p>Mengenai pembangunan jalan layang dan penerapan teknologi-teknologi canggih di Bali, dianalogikan seperti seseorang yang ingin membesarkan otot yang kemudian memilih membeli peralatan fitness canggih kemudian berlatih di rumah untuk mendapatkan otot yang besar dan kuat, padahal masih ada alternatif lain yang jauh lebih murah dan bermanfaat misalnya dengan selalu memanfaatkan otot untuk bekerja sehari-hari seperti mencangkul, atau mengerjakan sawah ladang yang secara langsung dapat memperkuat dan memperbesar otot. Maksudnya, kita tidak perlu serta merta menerapkan dan mengadopsi berbagai macam teknologi apalagi untuk sekedar prestise agar kelihatan canggih dimata orang lain.</p>
<p>Tentu saja pihak teknokrat mempunyai pandangan berbeda, sebenarnya pembangunan jalan layang di Bali tidak akan serta merta mempercepat kerusakan alam dan kehidupan masyarakat Bali, maupun mengurangi tingkat kesakralan dan kesucian kehidapan beragama. Yang lebih menentukan baik buruknya Bali adalah tingkat kesadaran dan pemahaman terhadap inti budaya Bali dan Hindu itu sendiri, bagaimana caranya agar manusia Bali selalu sadar untuk menjaga sendi kehidupan luhur tetapi tidak menentang arus deras modernisasi (yang tidak dapat dihindari ). Kalau kesadaran dan pemahaman masyarakat sudah tinggi, seharusnya tidak alergi dengan perubahan dan kemajuan peradaban.</p>
<p>Contohnya dengan adannya jalan layang yang notabene posisinya lebih tinggi daripada jalan tradisional dikawatirkan akan dapat mengganggu prosesi-prosesi keagamaan misalnya saat melasti (menyucikan sarana upacara ke laut), atau perjalan-perjalan suci lainnya, perasaan akan menjadi tidak suci lagi jika harus lewat dibawah jalan layang. Jika kesadaran beragama sudah tinggi dan kuat seharusnya hal itu tidak menjadi masalah, perasaan suci dan sakral tidak mesti berkurang. Dicontohkan bagaimana Umat Hindu di Jakarta (yang notabene banyak jalan layang dan bangunan bertingkat) dalam melaksanakan prosesi tersebut tidak merasa berkurang kesuciannya. Tetapi, masalah perasaan memang tidak bisa dipaksakan karena antara umat Hindu di Bali dan Jakarta tentu saja memiliki rasa kesucian yang berbeda&#8230;.Kalau sudah begini, bagaimana menyikapinya?&#8230;..Dari pandangan teknokrat, hal itu masih bisa ditanggulangi dengan teknologi misalnya dengan menyediakan jalur khusus untuk penyeberangan melewati bagian atas jalan, memanfaatkan teknologi untuk memutus dan menyambung konstruksi jalan atau dengan penurunan level jalan layang pada tempat-tempat tertentu.</p>
<p>Dilihat dari dari sudut kelestarian lingkungan dan alam Bali, apakah pembangunan jalan layang tidak akan merusak estetika alam tradisional Bali? Seperti halnya kontroversi mengenai <span class="removed_link">batas ketinggian bangunan</span>, solusi mana yang harus dipilih agar wajah dan alam Bali dengan kehidupan tradisinya yang unik tidak menjadi rusak seiring perkembangan zaman, masih menjadi perdebatan panjang&#8230;&#8230;.</p>
<p>Kalangan budayawan berpandangan bahwa dengan banyaknya struktur Jalan layang, wajah Bali akan menjadi sama dengan wajah kota-kota modern lain di dunia dengan kehidupan metropolitan yang tidak unik lagi.</p>
<p>Pihak yang setuju jalan layang berpendapat sebaliknya, justru dengan pembuatan jalan dan struktur bangunan yang tidak sebidang akan dapat menghambat alih fungsi lahan dari lahan hijau atau lahan pertanian menjadi lahan komersial. Dicontohkan pada pembukaan jalan-jalan baru seperti ruas Jalan Bypass Tohpati -Kusamba, semakin hari semakin banyak lahan pertanian di pinggir jalan yang beralih fungsi menjadi lahan pemukiman atau lahan untuk bisnis bahkan banyak yang beralih kepemilikan karena dianggap menarik untuk investasi. Pasti akan berbeda seandainya yang dipilih adalah alternatif jalan layang, tentunya tidak banyak lahan yang &#8220;termakan&#8221; karena lahan dibawah konstruksi jalan layang masih bisa dimanfaatkan untuk lahan hijau pertanian, disamping itu peralihan kepemilikan lahan bisa dihindari karena investor tidak akan berinvestasi dengan membeli lahan dibawah struktur jalan layang.</p>
<p>Dari pandangan Birokrat dan pelaksana pembangunan, alternatif jalan layang memang sudah waktunya dipilih mengingat kebutuhan sarana transportasi semakin mendesak, pertumbuhan jumlah kendaraan dari tahun ke tahun semakin tinggi. Volume transportasi menjadi semakin padat sedangkan sarana penunjang seperti jaringan jalan tidak mungkin tumbuh terus-menerus karena keterbatasan lahan dan daya dukung Bali. Di lain pihak, untuk membendung pertumbuhan kendaraan nampaknya merupakan sesuatu yang sulit dilakukan.</p>
<p>Pemilihan alternatif pembangunan jalan layang di Bali merupakan sebuah solusi terakhir yang dipertimbangkan untuk diambil dalam menanggulangi permasalahan transportasi khususnya di wilayah perkotaan, dianggap pilihan terakhir karena sebelum alternatif itu dipilih, terlebih dahulu penanggulangan dilakukan dengan cara perbaikan management traffic yang meliputi penataan jalur lintasan, persimpangan dan perbaikan sistem perparkiran. Kalau ternyata hal itu masih belum mampu menanggulangi permasalahan secara optimal, maka alternatif jalan layang layak dipertimbangkan, tentu saja harus dilakukan kajian yang mendalam terlebih dahulu.</p>
<p>Walaupun seminar tersebut tidak bisa menghasilkan keputusan mutlak mengenai setuju atau tidak dengan adanya alternatif pembangunan jalan layang di Bali, setidaknya dialog yang sudah digelar dapat memberikan sedikit masukan bagi komponen masyarakat dan pemerintah yang menjadi penentu kebijakan. Diharapkan pada masa yang akan datang bisa dilakukan dialog-dialog yang lebih intensif lagi untuk sama-sama mencari solusi yang terbaik untuk kelangsungan hidup kehidupan masyarakat Bali yang unik tanpa harus menghindar dari modernisasi dalam mengatasi segala permasalahan yang timbul.</p>
<img src="http://yanartana.com/?ak_action=api_record_view&id=161&type=feed" alt="" /><p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://yanartana.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yanartana.com/2008/12/dialog-antara-dua-idealisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akhirnya Pindah Hosting (Juga)</title>
		<link>http://yanartana.com/2008/12/akhirnya-pindah-hosting-juga/</link>
		<comments>http://yanartana.com/2008/12/akhirnya-pindah-hosting-juga/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 00:02:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Artana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yanartana.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sekian lama akhirnya habis juga kesabaran saya melihat blog yang selalu down , beberapa lama jadi malas buka blog, setiap akses Firefox selalu pesan error yang muncul (maklumlah blog ini saya setting sebagai default access when Firefox start …). Seperti yang dialami Bli Pande dan Bli Devari, sejak setahun lalu Rakhahost adalah tempat hosting [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah sekian lama akhirnya habis juga kesabaran saya melihat blog yang selalu down , beberapa lama jadi malas buka blog, setiap akses Firefox selalu pesan error yang muncul (<em>maklumlah blog ini saya setting sebagai default access when Firefox start …</em>).</p>
<p class="MsoNormal">Seperti yang dialami <a href="http://pandebaik.com/2008/11/20/akhirnya-rumah-baru/">Bli Pande</a> dan <a href="http://www.devari.org/2008/11/30/kecewa-rakhahost/">Bli Devari</a>, sejak setahun lalu <a href="http://www.rakhahost.com/">Rakhahost</a> adalah tempat hosting saya, walaupun beberapa kali mengalami kejadian down server, saya tetap sabar dan belum berfikir untuk segera pindah Hosting, namun akhir-akhir ini sepertinya Rakhahost sudah tidak mempedulikan customernya, email dan telepon sudah tidak diindahkan lagi, sepertinya team admin Rakhahost sudah tidak ada lagi, ..yach…..akhirnya saya putuskan &#8220;bye..bye Rakhahost &#8220;.</p>
<p class="MsoNormal">Sehubungan dengan akan expired-nya domain http://yanartana.com ini, dimana saya harus segera update lagi maka saya langsung teringat dan akses tempat saya beli domain dulu di <a href="http://www.balinter.net/">Bali Intermedia Utama</a>. Saya pikir lebih baik langsung hosting disitu saja sekalian (<em>biar urusannya nggak ribet soal transfer dan lainnya…he..he</em>).</p>
<p class="MsoNormal">Benar saja akhirnya setelah order dan konfirmasi, Mas Eddy (<em>pemilik Bali Intermedia</em>) segera menindaklanjuti dengan mentransfer hosting saya ke <a href="http://www.balinter.net/">Bali Intermedia</a>.</p>
<p class="MsoNormal">Sempat was-was juga dengan proses transfer tetapi akhirnya dengan bantuan Mas Eddy, blog bisa dipindahkan tanpa masalah&#8230;Ini suatu contoh service yang memuaskan..!</p>
<p class="MsoNormal">Sekali lagi terimakasih Mas Eddy!</p>
<p class="MsoNormal">Mudah-mudahan dengan ini saya jadi rajin update blog…..…!!</p>
<img src="http://yanartana.com/?ak_action=api_record_view&id=157&type=feed" alt="" /><p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://yanartana.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yanartana.com/2008/12/akhirnya-pindah-hosting-juga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beton Spesial</title>
		<link>http://yanartana.com/2008/09/beton-spesial/</link>
		<comments>http://yanartana.com/2008/09/beton-spesial/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Sep 2008 02:30:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Artana</dc:creator>
				<category><![CDATA[CIVIL ENGINEERING]]></category>
		<category><![CDATA[material]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yanartana.com/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[Special,… Pakai telor?&#8230;.he..he .. nggak lah..! Beton spesial yang dimaksud adalah jenis beton selain beton normal seperti yang umum dijumpai sehari-hari yang biasanya terbuat dari campuran semen Portland dan agregat alami dan dibuat secara konvensional Beton spesial mempresentasikan kemajuan teknologi beton yang dikembangkan untuk menanggulangi kekurangan yang dimiliki beton normal. Beberapa jenis beton yang bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em>Special,… Pakai telor?&#8230;.he..he .. nggak lah..!</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Beton spesial yang dimaksud adalah jenis beton selain beton normal seperti yang umum dijumpai sehari-hari yang biasanya terbuat dari campuran semen Portland dan agregat alami dan dibuat secara konvensional</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Beton spesial mempresentasikan kemajuan teknologi beton yang dikembangkan untuk menanggulangi kekurangan yang dimiliki beton normal.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Beberapa jenis beton yang bisa dikategorikan sebagai beton spesial diantaranya adalah :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; text-indent: 0in; text-align: justify;"><strong><span>1.</span></strong> <strong>Beton Ringan (<em>Lightweight Concrete</em>)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Dibuat dengan menggunakan agregat ringan atau dikombinasikan dengan agregat normal sedemikian rupa sehingga dihasilkan beton dengan berat isi yang lebih kecil (lebih ringan) daripada beton normal. Berat isi beton ringan mencapai 2/3 dari beton normal. Tujuan penggunaan beton ringan adalah untuk mengurangi berat sendiri dari struktur sehingga komponen struktur pendukungnya seperti pondasinya akan menjadi lebih hemat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; text-indent: 0in; text-align: justify;"><strong><span>2.</span></strong> <strong>Beton mutu tinggi (<em>High Strength Concrete</em>)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Beton dengan kuat tekan yang lebih besar dari 40 MPa sudah bias dikategorikan sebagai beton mutu tinggi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Beton ini dikembangkan untuk membuat struktur yang menuntut tingkat kepentingan yang tinggi misalnya bangunan2 dengan tingkat keamanan tinggi seperti jembatan, gedung tinggi, reaktor nuklir dan lain-lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; text-indent: 0in; text-align: justify;"><strong><span>3.</span></strong> <strong>Beton dengan workabilitas tinggi (<em>High Workability Concrete</em>)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Umumnya tingkat kesulitan dalam pengerjaan beton dikaitkan dengan tingkat keenceran campurannya atau kemampuannya mengalir (<em>flowing consistency</em>), semakin encer beton akan semakin mudah dikerjakan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Tetapi jangan salah, encer yang dimaksud bukan semata encer karena diberi banyak air, justru dengan kebanyakan air mutu beton akan semakin rendah karena material penyusunya bisa terpisah-pisah (<em>segregated</em>).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Yang dimaksud disini adalah beton yang mudah mengalir tetapi tetap memiliki mutu yang baik seperti beton normal atau mutu tinggi.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; text-indent: 0in; text-align: justify;"><strong><span>4.</span></strong> <strong>Beton Serat (<em>Fiber Reinforced Concrete</em>)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Adalah beton yang materialnya ditambah dengan komponen serat yang bisa berupa serat baja, plastik, glass ataupun serabut dari bahan alami.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Walaupun serat dalam campuran tidak terlalu banyak meningkatkan kekuatan beton terhadap gaya tarik, perilaku struktur beton tetap semakin baik misalnya meningkatkan regangan yang dicapai sebelum runtuh, meningkatkan ketahanan beton terhadap benturan dan menambah kerasnya beton.<span id="more-147"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; text-indent: 0in; text-align: justify;"><strong><span>5.</span></strong> <strong>Beton dengan Polimer (<em>Polymers Concrete</em>)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Dengan pemberian polimer sebagai bahan perekat tambahan pada campuran beton, akan dihasilkan beton dengan kuat tekan yang lebih tinggi dan dalam waktu yang lebih singkat. Bahan yang ditambahkan bisa berupa latex maupun emulsi dari bahan lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Jenis ini cocok digunakan pada pekerjaan-pekerjaan pembetonan dalam keadaan darurat seperti terowongan, tambang dan pekerjaan lain yang membutuhkan kekuatan beton dalam waktu singkat bahkan dalam hitungan jam.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Disamping itu, jenis beton polimer bisa dibuat dengan tujuan untuk meningkatkan ketahanan terhadap bahan kimia tertentu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Metode panambahan polimer selain pada campuran beton, bisa juga dilakukan pada saat beton sudah kering dengan tujuan untuk menutup pori-pori beton dan retak kecil (microcrac) karena pengeringan sehingga didapatkan beton yang kedap air (<em>inpermiable</em>) sehingga keawetan beton bisa meningkat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; text-indent: 0in; text-align: justify;"><strong><span>6.</span></strong> <strong>Beton Berat (<em>Heavyweight Concrete</em>)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Kebalikan dari beton ringan adalah beton berat, dimana beton jenis ini memiliki berat isi yang lebih tinggi dari beton normal (2400 kg/m<sup>3</sup>) yaitu sekitar 3300 kg/m<sup>3</sup> sampai 3800 kg/m<sup>3</sup> . Beton berat biasanya digunakan pada bangunan-bangunan seperti untuk perlindungan biologi, instalasi nuklir, unit kesehatan dan bagunan fasilitas pengujian dan penelitian atom.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Beton berat dibuat dengan menggunakan agregat berat seperti bijih besi maupun bahan alami yang berat.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; text-indent: 0in; text-align: justify;"><strong><span>7.</span></strong> <strong>Beton Besar (<em>Mass Concrete</em>)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Merupakan beton pada struktur masif dengan dengan volume yang sangat besar seperti pada bendungan, pintu air maupun balok dan pilar besar dan masif.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Beton berat dibuat dengan perlakuan yang berbeda dengan beton normal mengingat timbulnya panas yang berlebihan pada campuran beton dan terjadinya perubahan volume yang juga menjadi sangat besar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Perlakuan untuk penanganan beton berat bisa dilakukan dengan mengubah komposisi campuran seperti pengurangan semen, penambahan bahan aditif pembentuk gelembung udara dan penggunaan agregat yang memiliki kepadatan tinggi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; text-indent: 0in; text-align: justify;"><strong><span>8.</span></strong> <strong>Beton Dengan Pemadatan Roller (<em>Roller Compacted Concrete</em>)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Pada pekerjaan-pekerjaan besar dan khusus seperti jalan berbahan beton dan bendungan, pemadatan beton harus dilakukan dengan menggunakan <em>roller vibrator</em> .</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Untuk pemadatan dengan roller, campuran beton harus cukup kering agar roller tidak teggelam tatapi tetap harus memiliki sifat basah agar distribusi bahan perekat (semen) ke seluruh permukaan agregat menjadi merata.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Pada akhirnya penggunaan dan pemilihan jenis beton harus disesuaikan dengan tujuan dan fungsi struktur bangunan yang ingin dibuat dan tentu saja dengan pertimbangan biaya. Nggak perlu menggunakan beton mutu tinggi untuk membuat rumah sederhana khan….?</p>
<img src="http://yanartana.com/?ak_action=api_record_view&id=147&type=feed" alt="" /><p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://yanartana.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yanartana.com/2008/09/beton-spesial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
