Setelah melalui penantian selama sembilan bulanan, saat yang menegangkan itu pun akhirnya datang dan kami lalui dengan penuh rasa syukur karena diberikan keselamatan olehNya! Kini telah lahir dengan Selamat, seorang Puteri yang merupakan anak kedua kami pada:

  • Hari : Minggu
  • Tanggal : 22 Juni 2008
  • Jam : 07.45 Wita
  • Tempat : Rumah Sakit Puri Raharja Denpasar
  • Berat : 3.5 kg
  • Panjang : 49 cm.

Sempat melalui hari-hari yang cukup membuat hati was-was karena terjadinya kondisi “letak muka” pada kehamilan istri dimana posisi kepala bayi menengadah sehingga proses persalinan normal tidak dimungkinkan selain dengan cara operasi sexio (cesar), yang masih kami hindari sampai saat ini karena berberapa alasan.

Ditengah kegundahan hati kami sempat putuskan operasi tapi untunglah Bapak Dokter Pande Geriawan, SpOG, dokter ahli kandungan tempat kami melalukan kontrol rutin dengan sabar memberi motivasi dan penjelasan bahwa kemungkinan untuk persalinan normal masih ada jika menjelang persalinan, posisi kepala bayi kembali ke posisi normal (menurut dokter istilahnya Putar Paksi).

Semangat pun bangkit lagi untuk persalinan normal, tetapi tetap saja kami dihantui perasaan ragu dan waswas, jangan2 tidak bisa terjadi putar Paksi karena saat itu posisi kepala bayi sudah masuk ke panggul. Kami tetap ragu dan sejauh itu pilihan operasi sepertinya lebih besar karena takut kalau nanti pada saat persalinan “spekulasi” tersebut dipaksakan, akan berakibat tidak baik dimana ibunya sudah sakit luar biasa tapi akhirnya operasi juga.

Kami pun tetap menunggu perkembangannya hari demi hari dengan perasaan gundah, apalagi prekiraan waktu kelahiran sudah lewat satu minngu ……

Syukur terucap karena saat kontrol terakhir (dua hari sebelum persalinan) khabar menggembirakan kami terima dari Pak Dokter bahwa posisi kepala bayi kami sudah bagus, dan persalinan normal sangat dimungkinkan.

Akhirnya saat persalinan tersebut datang, mulai jam 8.00 malam tanggal 21 Juni istri sudah merasakan sakit, sepertinya memang tanda-tanda kelahiran, tetapi saya tidak langsung mengajaknya ke Rumah Sakit saat itu juga, kami masih tunggu perkembangannya hingga sampai pukul 24.30 kami baru berangkat dan paginya 22 Juni 2008 bayi kami lahir dengan selamat, jadilah persalinan normal seperti harapan kami.

Terimakasih, Tuhan!

“Selamat datang Puteriku, Semoga menjadi seseorang yang selalu Menyejukkan”